What's New

  • You like Kejut and want to place a link to Kejut in your website? That's easy! Click here!
    Kejut.com
Email:

Random Articles

 

Cara berpikir mempengaruhi tindakan manusia sehari-hari. Russell L. Ackoff, seorang filsuf, berpendapat bahwa ada dua ide utama yang mendasari cara berpikir ilmiah tradisional.

How we think influences human's behaviour everyday. Russell L. Ackoff, a philosopher, thinks that traditionally scientific system thinkings are based on two main ideas.

Ide pertama didasarkan pada pemahaman bahwa semua fenomena dapat diterangkan dengan menggunakan hubungan sebab-akibat yang menyatakan bahwa setiap hal mempunyai penyebab jika penyebab tersebut perlu dan cukup. Cara berpikir ini tidaklah memadai sebab seringkali mustahil bagi kita untuk dapat menemukan hubungan sebab-akibat satu demi satu antar komponen dalam sistem.

First idea is based on understanding about every phenomenon can be explained with cause-effect corelation which says that every thing has a cause if the cause is necessary and sufficient. This system thinking is not enough, because it's often impossible for us to find the cause-effect corelation for every component in the system.

Ide kedua disebut reduksionis yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia (serta setiap pengalaman tentang dunia) dapat direduksi, didekomposisi, didisasembli, atau dibagi-bagi sehingga diperoleh bagian yang tak dapat lagi dibagi-bagi. Penyelesaian masalah dari setiap bagian ini dianggap dapat menyelesaikan keseluruhan masalah.

Second idea called reductionist which stated that everything in this world (and every experience about the world) can be reduced, decomposed, disassemblied or divided until it becomes parts that can't be divided anymore. The problem solution for every part is assumed to be able to solve the whole problem.

Coba kita lihat contoh cara berpikir ilmiah reduksionis secara agak ekstrim:

Let's see some examples which are rather extreme:

  1. Seorang ayah mengidap penyakit diabetes dan lever (hati). Untuk memecahkan masalah ini, sang anak membagi masalah ini ke dalam dua bagian, yaitu sakit diabetes dan sakit lever. Suatu hari sang anak membawa sang ayah ke dokter ahli penyakit diabetes untuk mengatasi masalah pertama. Keesokan harinya ke dokter ahli penyakit lever untuk mengatasi masalah kedua. Kedua dokter tentu memberi obat yang berbeda, dokter ahli diabetes memberi obat untuk menurunkan kadar gula dalam darah sedangkan dokter ahli lever memberi obat untuk menaikkan kadar gula agar lever dapat berfungsi kembali.

    Pada masalah ini, kesalahan ada pada semua pihak, mengapa baik anak maupun orangtuanya tidak memberitahu tiap dokter bahwa ayahnya mempunyai penyakit lain dan mengapa sang dokter tidak menanyakan obat apa yang sedang dikonsumsi oleh sang ayah. Mungkin itulah akibat cara berpikir reduksionis.
  1. A father has problems with diabetes and liver. To solve this problem, his son divide this problem into two parts, which is diabetes and liver. One day, his son took him to a doctor to cure his diabetes to solve the first part (the first problem). Another day, his son took him to another doctor to cure his liver to solve the second part (the second problem). Both doctors surely gave different presriptions. The diabetes doctor gave him medicines to lower glucose level in his blood, another doctor gave him other medicines to increase glucose level in his blood so his liver can work again.

    In this problem, mistakes was done by all parties, why both the son and the father did not tell the doctors about the father's whole problem and why the doctor did not ask what medicines is being consumed by the father. Maybe that's the result of reductionist system thinking.
  1. Ketika kita mengerjakan soal ujian esai, mungkin setiap soalnya terdiri dari beberapa pertanyaan, lebih baik jika kita membaca semua pertanyaan yang berkaitan dengan soal tersebut terlebih dulu sebelum kita mengerjakannya, karena seringkali ketika kita mengerjakan soal tersebut satu per satu, ketika kita melangkah ke soal berikutnya mungkin kita baru benar-benar mengerti apa yang diminta penguji / pembuat soal.
  1. When we do an essay test, a problem may not consist only one question, there may be some questions, it's better if we read the all questions that are related to the question first then answer the questions, because it often happens when we answer the question one by one, when we do the next question, that time we may just really understand what the examiners want.
  1. Ini adalah contoh yang lebih umum, ketika kita menterjemahkan kalimat antar bahasa, jika kita artikan kata-katanya satu per satu tanpa melihat konteks kalimatnya, kemudian menyatukannya, hasil terjemahannya bukan tidak mungkin jadi aneh. contoh:
    Inggris - Indonesia : My grandfather are going to dance with her grandmother in a ballroom. Milik saya (My) besar ayah (grandfather) adalah (are) going (pergi) ke (to) dansa (dance) dalam (in) a (sebuah) bola ruang (ballroom).
  1. This is a more common example, when we translate sentences from one language to another, if we translate the word one by one without seeing the sentence context, then assembling it, the result is not impossibly becoming weird.
  1. Sepasang suami-istri hidup di negara dengan empat musim. Suatu ketika, musim dingin tiba. Kemajuan teknologi telah mendukung terciptanya selimut pemanas yang bisa diatur suhunya. Pasutri (pasangan suami istri) tersebut pun membeli satu selimut tersebut untuk mereka berdua. Selimut ini memang didisain untuk pasangan suami istri. Keunggulan selimut listrik ini, temperatur suhu selimut bagian kanan dan kiri bisa diatur oleh masing-masing penggunanya (jadi suhu selimut sebelah kanan mungkin berbeda dengan suhu selimut sebelah kiri). Suatu saat Sang suami tidur bersama istrinya. Di malam hari, sang suami merasa agak kedinginan, lalu dia berpikir, "Ah, pasti istri saya kedinginan.", karena cintanya pada sang istri, dia pun menaikkan suhu selimut istrinya. Tak lama kemudian, sang suami pun tertidur. Istri sang suami merasa agak kepanasan, dia pun berpikir, "Ah, suami saya pasti kepanasan." Karena cintanya pada sang suami, sang istri pun menurunkan suhu selimut suaminya. Akhirnya... mungkin saja sang istri mati kepanasan, sedangkan sang suami mati kedinginan.
  1. I watched a movie about an otaku. He loves a girl. But one day, his friends ask him to see an exebition called "Comixet". He told the girl that he has to work but actually he came to see the exebition, having fun with his friends in his otaku dress. But, suddenly he met the girl, the girl saw him in his otaku dress then she told him not to meet her again. He think it is his fault that he is an otaku. He throw away all his toys; gundams, models, comics, etc. Then he told the girl that he has left his otaku behaviour, but the girl still can't forgive him. Actually, he is an otaku, that is not a problem, the main problem is his small lie. How the story continues... watch "Densha Otoko"!

Nah, itulah mengapa sistem berpikir seperti itu dianggap kuno. Jaman sekarang ini, kedua ide tersebut mungkin tidak tepat lagi untuk diterapkan karena banyak masalah tidak dapat dipecahkan dengan kedua ide tersebut, ide yang tepat adalah dengan cara berpikir sistem, jadi kita memikirkan penyelesaian untuk keseluruhan masalah sekaligus, bukan per bagiannya.

So, that's why that kind of system thinking is considered left behind. In the present times, when we have a problem, we should not think like our ancestor did, because many problems may not be possible to be solved by those two, the better idea is thinking with "system thinking", so we think to get a solution for the whole problem, not by its parts.

Written by: adhi

klo programming bukannya malah diajari modular programming yah? gimana tu? kan pusing klo ga dibagi2 :p

^^ [id], 11 May 2006, 16:49 reply
My grandfather are going to dance with her grandmother in a ballroom
grammar paradox!
sorry, could not help it


rotitawar [sg], 12 May 2006, 10:25 reply
koq translationnya dari sepasan suami istri dan selimutnya malah ngaco ke lempar2an gundam?

Icha [sg], 12 May 2006, 15:04 reply
Loh kok malah berpikir sistem-nya gak dijelasin? Emangnya gimana cara berpikir sistem? Ku klo mikir sehari-hari masih cara reduksionis sih..


Derianto Kusuma [id], 13 May 2006, 10:04 reply
Just wait for the sequel... ^^

Lesmanahadi [id], 19 May 2006, 8:40 reply
how can the 4th case example is different (english and indonesia) its densha otoko yey

fumowing [id], 9 Nov 2006, 6:08 reply
Hehe, we sometimes don't translate between Indonesian and English, but completely a different content. So if you are bilingual, enjoy!

yuku [sg], 17 Nov 2006, 14:12 reply
reduksionis.. why does it remind me of OO? :D

sylv [sg], 27 Jan 2007, 9:35 reply
saya berpikir ini sangat bagus,karena hidup ini merupakan hasil dari pemikiran kita dan kehendak ilahi.
Thank's
adrian r


adrian r [id], 9 Apr 2007, 17:40 reply
Its a good reasons why now we have to restructure our way of thinking, because it's not fit anymore with currennt condition. The quations is how look like way of thinking that be used

djoko subekti [hk], 30 Apr 2007, 9:19 reply
there is no comment! but I'll save this articel for my presentation in My Universty! thank a lot!

Mufid Salim [id], 24 Oct 2007, 23:45 reply
apa pembelajaran yang tepat agar dapat meningkatkan berpikir sistem?

jannah [sg], 23 Feb 2009, 7:14 reply
Kalau saya berpendapat bukannya berpkir seara sistim tetapi berpikir secara integrated. Karena permasalahannya yang kita hadapi sangat kompleks dan sangat bervariativ. Suatu contoh dalam suatu sistim proses manufaktur, adalah sangat banyak subsistim2 yang harus ditangani agar proses produksi berjalan sesuai dengan yang kita hendaki. Kesalahan yang terjadi dari suatu sistim proses akan berakibat fatal dari proses lainnya. Oleh karenanya integrated antar sistim proses perlu dirancang dan dikendalikan sedemikian agar tidak terjadi kesalahan proses. Inilah yang dinamakan design proses

Sunarya [--], 20 Apr 2009, 10:56 reply
thanks before....it's greatful to mythough everyday.....but if you would to understanding more about the other side of this life or etc...read the Al Qur'an please....it's very greatful experience....so let's try it...

weldan [--], 8 Jun 2009, 6:31 reply
@^^
programing kan ttp berpikir secara keseluruhan. yang penting bagaimana untuk mempertemukan 1 modul dengan modul yang lainya, supaya bisa berintegrasi. . .


=D [id], 30 May 2010, 12:20 reply