|
11 Jan 2008 Jakarta (Indonesia) Busway (part 2)76886 Busway di Jakarta (bagian 2) This article is continuation of the first part, which is titled Jakarta (Indonesia) Busway (part 1) / Busway di Jakarta (bagian 1) The interior of the busway differ greatly from ordinary bus. The first thing that you’ll notice when entering busway is the air temperature. All busway are air-conditioned, mostly too much I think, when the busway is fairly empty (i.e. no person standing), you can see some people showing reactions because they are feeling a little cold, but when it is crowded, it tends to be hot, but not as hot as regular bus. It is nice to have air-conditioned bus, because there will be no open window and people are prohibited from smoking. Bagian dalam dari busway sangat berbeda dari bis biasanya. Hal pertama yang bakal diperhatikan adalah suhu udaranya. Seluruh busway menggunakan AC, seringkali terlalu banyak menurutku, karena bila di dalam bis cukup sepi (tidak ada orang yang berdiri), kamu dapat melihat beberapa orang bereaksi karena kedinginan, tapi sewaktu penuh sesak, udaranya akan menjadi panas, namun tidak sepanas bis biasa. Menyenangkan kalau memakai bis ber AC, karena tidak ada jendela yang terbuka dan orang-orang dilarang merokok. Beside smoking prohibition, all passengers aren’t allowed to drink / eat, bring their pet, or littering inside the bus, while at the station, they are allowed to drink / eat but no smoking or pet. Anyone never board a busway might wonder, is it clean then? Because it is quite difficult in making people obey that kind of rule in Jakarta, besides, ordinary bus is still full of trash and cigarettes smoke, even though they have the same rule. Well actually it is very clean, because there are Mr. / Mrs. Security guard there, which will watch over the passenger and giving advices. Being quite regular bus way passenger, I found that they are always giving same pattern of advices like:
Disamping larangan merokok, seluruh penumpang tidak diperbolehkan untuk makan/minum, membawa binatang peliharaan, dan membuang sampah dalam bis, tetapi di stasiun, masih diperbolehkan makan/minum tetapi juga tidak boleh merokok dan membawa binatang. Semua orang yang belum pernah menaiki busway mungkin berpikir apakah di dalamnya bersih dengan larangan-larangan tersebut? Karena sulit untuk membuat orang mematuhi aturan tersebut biasanya di Jakarta, lagipula walaupun bis biasa mampunyai aturan yang sama juga, mereka tetap kotor. Yah, sebetulnya di dalam busway sangat bersih, karena ada Pak / Bu penjaga keamanan didalamnya, yang akan mengawasi penumpang dan memberi saran-saran. Sebagai penumpang busway yang cukup sering, menurutku mereka selalu memberikan saran dengan pola tertentu seperti:
They are able to answer your question about how to go to various places, I found that it I very helpful since there are no map at all inside the bus, but hopefully they are going to put it after all corridors are finished. There are two trashcans in every bus; I think they also helped the cleanliness a little bit. Mereka dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana cara mencapai berbagai macam tempat, menurutku hal itu sangat membantu karena tidak terdapat peta sama sekali di dalam bis, tetapi kuharap nantinya akan dipasang setelah seluruh koridor selesai dibangun. Dalam bus juga terdapat dua tempat sampah yang membantu sedikit menjaga kebersihan. According to the posted notice in the window, the maximum capacity of one bus is 88 people, there are 33 seats, varying slightly between bus manufacturers (Kia and Daewoo). The seats are quite comfortable, with notice above the seats (posted on the window) about giving your seat to the elderly, pregnant woman, and handicapped. If you are standing, you can hold to the handles that have some advertisement, in some of the bus I’ve seen biscuit and toothpaste product Menurut pemberitahuan yang ditempel di jendela, kapasitas maksimum untuk sebuah busway adalah 88 orang. Busway memiliki 33 kursi dengan jumlah yang sedikit bervariasi di antara pembuat bis (Kia dan Daewoo). Kursinya cukup nyaman, dengan pemberitahuan di atas kursi yang ditempel di jendela untuk memberikan tempat duduk kepada lansia, wanita hamil, dan orang berhendaya. Bila ternyata penumpang berdiri, ia dapat berpegangan pada pegangan yang memiliki iklan-iklan, diantaranya iklan biskuit dan pasta gigi. Unlike many other buses, the busway is using an automatic transmission, with buttons as the controller. There are 3 buttons Drive, Neutral and Park. Above the driver, you can see there are some panel with red LED light showing you the name of the next station, it is controlled manually by a button beside the transmission, so wherever a bus approach a station, the driver must press the button. The opening and closing of doors is done manually too by pressing certain button, usually the passengers get in / out with the right side door, but in some one way streets, the left door can be opened according to the station sides Tidak seperti bis kebanyakan, busway menggunakan transmisi automatis, dengan tombol-tombol untuk mengontrolnya, yaitu Drive, Neutral, dan Park. Di atas pengemudi, dapat ditemukan panel dengan lampu LED merah yang menunjukkan nama dari stasiun berikutnya, panel ini dikontrol secara manual dengan sebuah tombol disamping transmisi, jadi bila bis mendekati stasiun, tombol tersebut harus ditekan. Demikian pula pengaturan buka tutup pintu dilakukan secara manual dengan menekan tombol. Biasanya para penumpang keluar masuk bis dengan pintu di sisi kanan, namun di beberapa jalan satu arah, pintu kiri juga dapat terbuka sesuai dengan sisi stasiunnya. There are no music or TV in a busway, but there are speakers and one of the sound that come out of them is the station name upon entering one station and advices like “please check your belongings and step away carefully” in 2 languages, Indonesia and English. Di dalam busway tidak terdapat musik atau TV, namun terdapat speaker dan suara yang keluar adalah nama dari stasiun yang akan dijumpai dan saran “perhatikanlah barang bawaan Anda dan hati-hati saat melangkah” dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris. Do you remember about biscuit advertisement mentioned above, actually last month, when I get out of the bus, someone from the biscuit company offering the biscuit for free (actual price is around Rp 1500, or USD 0.20), it is quite nice actually, and some passenger is happy, but they are only giving it to the people leaving the bus, maybe to prevent eating their biscuits inside the bus. Also, when I am taking those photographs, the security said that it is not permitted to do so, even though there are no warning posted ^^; Ingatkah akan iklan biskuit yang tadi kubicarakan? Sebetulnya bulan lalu saat keluar dari bis, seseorang dari perusahaan biscuit itu memberikan biscuit tersebut secara gratis (dengan harga sebenarnya sekitar Rp 1500 / USD 0.20) peristiwa ini menyenangkan dan sepertinya penumpang lainnya juga setuju, namun biskuit itu hanya diberikan pada yang keluar dari bis supaya tidak dimakan di dalam bis. Oh ya, saat mengambil foto-foto ini, petugas keamanan mengatakan hal tersebut dilarang, walaupun setelah dicari tidak ada peringatannya ^^; Do you want to see new photos? Click the photo on the left side to see Busway Gallery! Mau lihat foto-foto baru? Klik foto di kiri untuk melihat Galeri Busway!
Written by: raysugi Related articles: |