What's New

  • You like Kejut and want to place a link to Kejut in your website? That's easy! Click here!
    Kejut.com
Email:
 

This story is only available in Indonesia.

Selama pandemi ini pola kehidupan berubah. Beberapa hal-hal yang sudah diimplementasikan belakangan ini:

  • Tempat berkerumun seperti shopping mall ditutup

  • PSBB diberlakukan termasuk jam malam

  • Masker wajib dipakai ketika berada di luar rumah

  • Suhu tubuh diperiksa sebelum memasuki supermarket

  • Cuci tangan dan pemakaian hand sanitizer digalakan

  • Sebuah cairan kimia yang disebut Chloroquine diburu banyak orang

Kalau dipikir sedikit, hal-hal itu sangat janggal. Kenapa?

  • Ini mungkin agak aneh keluar dari seorang introvert seperti saya. Sejak kecil saya diajari bahwa manusia adalah makhluk sosial dan hanya saya yang aneh karena pendiam. Sekarang semua orang dianjurkan untuk menjadi seperti saya, bukankah itu berarti semua orang menjadi aneh?

  • Jam malam diberlakukan ketika saya masih anak-anak dan ketika melanggar saya tidak diberi uang jajan. Sekarang saya sudah dewasa dan tidak memerlukan uang jajan, kenapa saya harus melakukan jam malam?

  • Ada apa dengan semua anjuran kesehatan yang memperlakukan kota ini seolah olah seperti ruang ICU raksasa. Apa yang ada di kota ini dan harus saya khawatirkan?

Saya benar-benar tidak bisa mengerti kenapa semua ini terjadi. Apakah semua ini merupakan akal-akalan perusahaan kesehatan untuk meningkatkan penjualan dengan cara menakut-nakuti pemerintah. Sepertinya itu cukup berhasil dengan peningkatan harga masker, hand sanitizer dan serangkaian produk desinfektan lainnya.

Miss Chloe, tetangga saya yang suka mencampur kalimat dengan bahasa inggris, mengatakan bahwa kita semua sedang diawasi, salah satunya dengan mengukur suhu tubuh, jika suhu tubuh seseorang melebihi batas wajar, mereka akan dimasukkan ke dalam kurungan yang disebut sebagai Wisma. Ini juga sesuatu yang janggal. Kalau mereka sakit, kenapa mereka tidak dibawa ke rumah sakit?

Ini adalah kejadian yang cukup baru. Pada malam beberapa hari yang lalu saya tidak sengaja terpeleset di kamar mandi. Untung saja saya sempat berpegangan sehingga saya tidak terjatuh, tapi tangan saya sedikit memar. Saya mencari obat memar di dalam kotak P3K saya dan mendapati bahwa saya tidak punya simpanan. Maaf, maksud saya, simpanan salep, bukan simpanan… ehm... di bank.

Saat itu jam menunjukkan pukul sembilan malam, sudah sedikit memasuki jam malam. Ini bisa dianggap kebutuhan darurat dan jarak menuju apotek relatif cukup dekat - hanya sekitar sepuluh menit dengan berjalan kaki. Saya memakai jaket dan pergi ke luar rumah dengan perasaan was-was - mudah-mudahan tidak bertemu polisi di jalan.

Saya keluar rumah dan menutup gerbang dengan perlahan lahan agar tidak menarik perhatian tetangga. Pada waktu itu jalanan cukup gelap, saya rasa salah satu lampu penerangan jalan mati dan tidak ada yang melaporkan karena semua orang cenderung berada di dalam rumah. Bulan dan astronomi terlihat jelas malam itu. Jalanan juga sangat sepi tanpa ada seorang pun di sana, bahkan pedagang kaki lima sekalipun. Ini semua karena pemberlakuan jam malam. Saya meyakinkan diri bahwa perjalanan ini akan aman.

Saya baru berjalan sekitar tiga menit ketika saya merasa seperti mendengar langkah kaki perlahan. Saya menoleh ke kanan, kiri dan belakang, tapi saya tidak menemukan seorangpun di sana. Itu mungkin hanya perasaan saya saja. Saya berjalan agak cepat untuk membuat jarak yang semakin jauh dari suara langkah-langkah itu. Hal yang terjadi adalah semakin cepat saya berjalan, semakin dekat suara itu walaupun indra saya tidak dapat memahami dari mana suara itu berasal.

Setelah berlari selama beberapa menit, saya tiba di perempatan jalan di mana saya berbelok dan di sana berdiri seseorang dengan postur yang saya kenal memakai jaket bulu dan menatap ke arah bulan.

“Miss Chloe?”

Dia menengok ke arah saya, tapi sesuatu tampak aneh.... Matanya…. Matanya terlihat berwarna kemerahan dan sedikit berpendar. 

Dia menyeringai ke arahku. Entah bagaimana, itu terlihat… tidak seperti manusia.

Saya mengedipkan mata, tak percaya akan apa yang saya lihat. Jaket bulu itu seperti menempel pada tubuhnya - terus sampai tungkai bawah kaki.

Bunyi gertak tulang menyadarkanku. Tangan dan kakinya memanjang dan menekuk secara tidak masuk akal - lebih seperti… hewan buas.

Ini mungkin adalah situasi hidup dan mati.

Saya memaksakan kaki yang terasa lemas untuk mulai berlari ke arah sebaliknya.

Terdengar suara lolongan.

Saya berlari semakin cepat. Secepat yang saya bisa ditopang naluri bertahan hidup.

Suara langkah itu terdengar lagi, kali ini lebih seperti berlari.

Saya mulai kehabisan nafas. Dada saya terasa sesak dan panas, tapi seharusnya apotek tidak jauh lagi.

Suara langkah itu terdengar semakin dan semakin dekat.

Kengerian menyelimuti diriku - apakah aku akan bisa selamat.

Apotek sudah terlihat di depan mata.

Saya dapat merasakannya. Suara langkah-langkah itu begitu nyata. Makhluk itu masih di belakang saya.

Sekuat tenaga saya meneriakkan kata… Tolong.

Saya melakukannya lagi… dan lagi…

Tidak ada respon. Sepertinya mereka tidak mendengar. Sebaliknya suara geraman makhluk itu semakin keras.

Pintu apotek sudah di depan mata dan saya mencoba meraihnya, tapi apa yang terjadi tidak seperti harapan. Saya menginjak sesuatu yang seperti botol dan terjatuh.

Ketika saya mencoba untuk bangun. Makhluk itu terlihat dalam kegelapan, tidak lebih dari empat ratus meter dari saya.

Kemudian pintu apotek terbuka. Seorang pegawai apotek keluar. Tangannya menggenggam botol seperti yang membuat saya terjatuh. Di labelnya tertulis, Chloroquine...

Botol itu dilempar - mengenai makhluk itu. Suara jeritan perih dan sendu menggema di kegelapan malam. Tak lama kemudian, makhluk itu roboh dan tak lagi bersuara. Pegawai apotek membantu saya masuk ke dalam. 

Semua itu menjadi jelas tentang hal-hal yang terjadi belakangan ini. Makhluk seperti serigala ada di antara kita, memakai wajah manusia. Salah satu cara untuk mengidentifikasinya adalah dengan memeriksa suhu tubuh - ini cukup masuk akal karena suhu tubuh normal serigala lebih tinggi dari suhu normal manusia. Itu juga mengapa orang - orang yang teridentifikasi dengan suhu tubuh di luar normal diasingkan ke “Wisma”.

Sekian cerita horror Jumat Malam.

Dengarkan versi audio visual-nya di sini.

Written by: adhi