What's New

  • You like Kejut and want to place a link to Kejut in your website? That's easy! Click here!
    Kejut.com
Email:

Random Articles

 

Belakangan ini jam tangan bertema penerbangan semakin populer di Indonesia. Jam tangan ini pada mulanya dibuat untuk penerbang karena kesulitan untuk melihat jam saku ketika menerbangkan pesawat.

Sebuah perusahaan membuat jam tangan bertema penerbangan yang dapat membantu perhitungan pemakaian bahan bakar pesawat, waktu penerbangan, kecepatan terbang, dan ketinggian selain menunjukkan waktu. Semua fitur itu disematkan dalam jam tangan Richard Mille tipe RM 039 untuk menjadikannya pilihan utama bagi para penerbang. Walaupun demikian, penerbang yang sesungguhnya mungkin tidak akan memilih jam tangan ini dan perusahaan juga memahami hal ini.

Saat ini komputer dalam pesawat terbang dapat membantu untuk melakukan semua hal itu. Jam tangan lebih digunakan untuk keperluan pribadi seperti menunjukkan waktu untuk kembali dari makan siang, melakukan panggilan kepada kekasih, menghadiri acara pada zona waktu yang tidak sama. Dengan demikian, jam tangan seperti Richard Mille RM 039 diperuntukkan bagi para kolektor atau orang-orang yang mempunyai ketertarikan pada penerbangan. Pada suatu waktu dalam hidup kita, sebagian besar pernah bermimpi untuk menjadi penerbang atau astronot, tapi hanya sedikit yang berhasil merealisasikannya. Jam tangan bertema penerbangan tentu memiliki kesan tersendiri.

Selanjutnya, artikel ini akan membahas:

  1. Asal mula
  2. Jam tangan penerbang terkemuka (Top Aviation Watches)
  3. Jam tangan penerbang terjangkau (Affordable Aviation Watches)

Jam tangan adalah sahabat baik penerbang dan ini sudah terjadi sejak satu abad yang lalu. Popularitas jam tangan meningkat seiring meningkatnya teknologi dan penggunaan pesawat terbang sebagai sarana transportasi, alat perang, dan pencatatan rekor baru.

1. ASAL MULA

Pada awal abad ke-20 (1903), Wright bersaudara berhasil melakukan penerbangan pertama di dunia. Tiga tahun kemudian, 12 November 1906, seorang insinyur asal Brazil yang tinggal di Paris bernama Alberto Santos-Dumont menerbangkan pesawat yang melawan arah angin dan mencatatkan namanya dalam sejarah penerbangan. Dia menerima penghargaan Archdeacon dan merayakannya di restoran Maxim. Saat itu dia bertemu dengan Louis Cartier. Dalam kesempatan itu dia mengeluhkan kesulitannya mengeluarkan jam dari saku untuk melihat jam ketika dia sedang melakukan penerbangan. Kemudian Cartier merancang jam tangan yang mengutamakan kemudahan pembacaan, nyaman dikenakan, dan mudah disesuaikan dalam penerbangan. Jam tangan tersebut dinamakan Cartier Santos dan Alberto Santos-Dumont, yang kala itu bak selebriti di Eropa, selalu memakainya dalam penerbangannya dan melejitkan popularitas jam tangan sebagai pengganti jam saku (yang saat itu banyak digunakan) dan sebagai aksesoris pria.

Publik: "Apa yang terikat di pergelangan tanganmu?"
Alberto Santos-Dumont: "Sebuah jam tangan."

Cartier Santos

Pada dekade ini penunjuk waktu bagi penerbang pada umumnya masih berupa jam yang dipasang pada kokpit (cockpit) dan jam saku (pocket watch). Mahkota (crown) berbentuk bawang yang identik dengan tema penerbangan berawal dari sini.

Jam tangan pada dekade 1910

Pada tahun 1909, Louis Bleriot menerima sayembara berhadiah seribu-pound yang diselenggarakan Daily Mail untuk penerbangan pertama yang sukses menelusuri Selat Inggris. Saat itu hal ini dianggap hampir mustahil untuk dilakukan. Bleirot melakukan penerbangan pertama di laut terbuka dari Calais ke Dover (sejauh 31 km) — bagian paling dangkal dari Selat Inggris. Penerbangan tersebut berhasil dilakukan dan memakan waktu sekitar tiga-puluh-tujuh-menit. Setelah itu dia terus menyempurnakan pesawatnya dan mencoba untuk menempuh jarak yang lebih jauh. Pesawatnya berkali-kali terbakar, mati mesin, dan menabrak — dia pun mendapat sebutan "Raja Tabrakan" (Crash King). Dalam penerbangannya, dia mengenakan jam tangan Zenith.

Jam tangan Zenith Montre D'Aeronav ini merupakan cikal bakal dari jam tangan bertema penerbangan yang populer di masa kini dengan ciri-ciri:

  • Huruf arab dengan ukuran yang relatif terlalu besar
  • Dial dan jarum yang diberi lume (bahan yang berpendar dalam gelap)
  • Mahkota (crown) yang lebar untuk memudahkan pemakaian ketika memakai sarung tangan
  • Wadah (case) bergerigi untuk ditempelkan pada panel peralatan pesawat

Zenith Montre D'Aeronav

Pada akhirnya Hubert Latham mendahuluinya untuk menjadi orang pertama yang menyusuri Selat Inggris dan memenangkan hadiah dari Daily Mail.

Pada dekade 1920-1930 jam tangan mulai banyak digunakan. Disain jam tangan mengikuti Zenith D'Aeronav, termasuk warna dial yang umumnya putih berubah menjadi hitam.

Jam tangan dekade 1920-1930

Ketika perang dunia ke-1 terjadi jam tangan sudah umum digunakan di darat, laut, dan udara. Saat itu, Longines menjadi pencatat resmi dalam olimpiade. Charles Lindbergh menemukan pengalaman terbang pertamanya ketika dia bekerja untuk mengantar surat antar wilayah dengan pesawat terbang. Pada tahun 1931, Charles Lindbergh melintasi Laut Atlantis (Trans-Atlantik) dengan pesawat terbang. Pencapaiannya membuat dia memenangkan hadiah Orteig senilai $25,000. Longines mencatat waktu tempuhnya selama sekitar tiga-puluh-tiga-setengah-jam.

Pada dekade 1940 Perang Dunia ke-2 terjadi. Saat itu pesawat tempur menjadi mesin perang yang tangguh, terutama untuk menjatuhkan bom pada lokasi-lokasi yang ditargetkan. Pemerintah Jerman meminta lima perusahaan untuk memproduksi jam tangan yang dikenal dengan Beobachtungs-uhr / B-uhr yang berarti perangkat observasi. Hal tersebut disebabkan pemasok utama saat itu, A. Lange & Sohne (ALS), tidak dapat memenuhi permintaan. Empat perusahaan lain yang ditunjuk adalah International Watch Company (IWC), Laco, Stowa,dan Wempe. Pemerintah Jerman membawa bahan mentah dan wadah (case) ke perusahaan-perusahaan tersebut. Dengan demikian, hingga saat ini tidak ada perusahaan yang mengklaim rancangan jam tangan dan banyak perusahaan lain yang membuat jam tangan sejenis.

Jam tangan B-uhr memiliki ciri sebagai berikut:

  • Diameter wadah: 55 mm
  • B-uhr tipe A tidak memiliki lingkaran dalam dan angka hanya menunjukkan jam, sedangkan B-uhr tipe B seperti di bawah ini (angka di lingkaran luar menunjukkan menit, sedangkan angka di lingkaran dalam menunjukkan jam):

Laco B-Uhr

Pada dekade 1980 jam tangan dengan mesin quartz lebih populer digunakan dibandingkan dengan mesin mekanik. Pada tahun 1984, tim penerbang nasional Italia memesan jam tangan mekanik yang ramah bagi penerbang pada Breitling, sebuah perusahaan jam tangan asal Swiss yang sudah membuat jam tangan untuk Royal Air Force (RAF) Inggris sejak 1936. Hal ini membangkitkan permintaan jam tangan mekanik bertema penerbangan dan memberi harapan pada industri jam mekanik.

Breitling Chronomat

2. JAM TANGAN PENERBANG TERKEMUKA

Jam tangan penerbang yang banyak dikenal adalah:

1. IWC Pilot

IWC (International Watch Company) membuat jam tangan penerbang khusus pertama pada tahun 1936. Sejak 1940 IWC membuat jam tangan ini berdasarkan spesifikasi militer. Jam tangan ini dijual sekitar $5,000 (60 juta rupiah).

IWC Pilot

2. Breitling Navitimer

Jam tangan dari Breitling ini dibuat untuk mengukur. Jarum detik berwarna merah bukanlah satu-satunya ciri khas jam tangan ini, side ruler (penggaris di pinggir dial) merupakan ciri khas yang sesungguhnya. Side ruler ini dibuat untuk membantu konversi nilai yang seringkali dibutuhkan pilot pada masanya. Jam tangan ini dijual sekitar $6,000 (78 juta rupiah).

Breitling Navitimer

3. Zenith Pilot

Jam tangan ini merupakan pembaruan dari jam tangan Zenith yang dipakai Bleirot di masa lalu. Jam tangan ini dijual sekitar $8,000 (104 juta rupiah).

Zenith Pilot Montre D'Aeronav

4. Bell & Ross BR01

Bell and Ross terinspirasi oleh instrumen pesawat terbang. Bentuk wadahnya yang menyerupai wadah peralatan dalam kokpit membuat jam tangan ini unik. Jam tangan ini dijual sekitar $5,000 (65 juta rupiah).

Bell & Ross BR01

5. Glycine Airman

Glycine Airman No. 1 dibuat pada tahun 1953 terinspirasi dari ide Kapten Chat Brown. Keunikan jam ini adalah jam yang dibuat dalam skala 24 jam, bukan 12 jam seperti jam pada umumnya. Jam ini dijual sekitar $2,000 (26 juta rupiah).

Glycine Airman No. 1

+ Tahun 2015 ini, Patek Philippe memperkenalkan jam tangan bertema penerbangannya di pameran Baselworld: Calatrava Pilot Travel Time. Terakhir kali Patek Philippe membuat jam tangan bertema ini pada era 1930. Jam tangan ini dilengkapi dengan jarum ke-4 yang dapat diatur untuk menunjukkan waktu pada zona yang berbeda dan indikator siang/malam untuk kedua zona waktu tersebut. Analis pasar memprediksi jam tangan ini akan dapat terjual dengan baik meski dihargai sekitar $50,000 (sekitar 650 juta rupiah).

Patek Philippe Calatrava Travel Time

3. JAM TANGAN PENERBANG TERJANGKAU

Beberapa jam tangan bertema penerbangan pilihan dengan harga yang relatif terjangkau (di bawah $1,000 / 13 juta rupiah).

1. Christopher Ward C5 Battle of Britain

Christopher Ward mendapat komisi dari Royal Air Force untuk membuat jam tangan ini dalam rangka peringatan 70 tahun kejadian Battle of Britain. Jam tangan ini dijual seharga $550 (sekitar 7 juta rupiah) di website mereka.

Christopher Ward C5 Battle of Britain

2. Steinhart Aviation

Sekitas jam tangan ini terlihat terinspirasi dari Bell & Ross BR01. Jam tangan ini dijual sekitar $530 (sekitar 7 juta rupiah)

Steinhart Aviation

Catatan: Jam tangan buatan Jerman agak sulit didapat di Indonesia. Gerai yang biasa dikunjungi untuk mendapatkannya adalah Gnomon Watch (100 Beach Rd, Singapore).

3. Hamilton - Khaki Pilot Day Date Auto

Model jam tangan ini dikenakan oleh Matthew McCougnahey yang berperan sebagai muncul dalam film Interstellar (2014). Jam tangan ini dijual sekitar $945 (13 juta rupiah).

Hamilton Khaki Pilot Day Date Auto

4. Casio G-Shock Aviation Series

G-Shock tidak menggunakan mesin quartz (dengan baterai) dan sangat populer karena wadahnya yang khas. Jam tangan ini dijual sekitar $500 (6 juta rupiah).

G-Shock Aviation

5. Orient Flight

Terlihat jelas jam tangan ini dibuat berdasarkan B-Uhr Tipe B. Jam tangan ini menggunakan mesin otomatis (tanpa baterai) dan dijual senilai $310 (4 juta rupiah).

Orient Flight

Sumber:

Written by: adhi